
'ISLAM' means peace acquired by submitting your will to Almighty God. 'MUSLIM' is a person who submits his will to Almighty God.
Cari Artikel Lain
Saturday, February 26, 2011
Thursday, February 24, 2011
56 [QS:] Al Waqiah (Hari Kiamat)

MUQADDIMAH Surah Al Waaqi'ah terdiri atas 96 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyah, diturunkan sesudah surah Thaa Haa. Dinamai dengan "Al Waaqi'ah" (Hari Kiamat), diambil dari perkataan "Al Waaqi'ah" yang terdapat pada ayat pertama surah ini. Pokok-pokok isinya : I. Keimanan : Huru-hara di waktu terjadinya hari kiamat; manusia di waktu hisab terbagi atas tiga golongan, yaitu golongan yang bersegera menjalankan kebaikan, golongan kanan dan golongan yang celaka serta balasan yang diperoleh oleh masing-masing golongan; bantahan Allah terhadap keingkaran orang-orang yang mengingkari adanya Tuhan, hari berbangkit, dan adanya hisab; Al Quran berasal dari Lauhul Mahfuuzh. 2. Dan lain-lain : Gambaran tentang syurga dan neraka. |
PENUTUP Surah Al Waaqi'ah menerangkan tentang keadaan hari kiamat, balasan yang diterima oleh orang-orang mu'min dan orang-orang kafir. Kemudian diterangkan penciptaan manusia, tumbuh-tumbuhan dan api, sebagai bukti kekuasaan Allah dan adanya hari berbangkit. HUBUNGAN SURAH AL WAAQI'AH DENGAN SURAH AL HADIID. 1. Surah Al Waaqi'ah diakhiri dengan perintah bertasbih dengan menyebut nama Tuhan, Maha Pencipta lagi Maha Pemelihara, sedang pada permulaan surah Al Hadiid disebutkan bahawa apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi bertasbih kepada Allah. 2. Dalam surat Al Waaqi'ah disebut orang-orang yang bersegera (As- Saabiquun), sedang pada surat Al Hadiid diterangkan kemana orang-orang itu harus bersegera. 3. Sama-sama menerangkan kekuasaan Allah. |
Tuesday, February 22, 2011
55 [QS:] Ar Rahmaan (Yang Maha Pemurah)

54 [QS:] Al Qamar (Bulan)

MUQADDIMAH Surah Al Qamar terdiri atas 55 ayat, termasuk golongan surah- surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Ath Thaariq. Nama "Al Qamar" (bulan) diambil dari perkataan "Al Qamar" yang terdapat pada ayat pertama surat ini. [1] Telah hampir saat (kedatangan hari kiamat) dan terbelahlah bulan. Pada ayat ini diterangkan tentang terbelahnya bulan sebagai mu'jizat Nabi Muhammad s.a.w. Pokok-pokok isinya : I. Keimanan : Pemberitaan bahawa datangnya hari kiamat sudah dekat, semua yang ada pada alam adalah dengan ketetapan Allah; kehendak Allah pasti berlaku; tiap-tiap pekerjaan manusia dicatat oleh malaikat. 2. Kisah-kisah : Kisah kaum yang mendustakan rasul-rasul di masa dahulu, seperti kaum Nuh, 'Aad, Tsamud dan Fir'aun. 3. Dan lain-lain : Orang-orang kafir dikumpulkan di akhirat dalam keadaan hina dan akan menerima balasan yang setimpal; celaan terhadap orang-orang yang tidak memperhatikan ayat- ayat Al Quraan. |
PENUTUP Surah Al Qamar mengandung hal-hal yang berhubungan dengan janji dan ancaman Allah, keadaan umat-umat dahulu yang mendustakan rasul-rasul mereka agar menjadi pelajaran bagi umat-umat yang datang kemudian, ancaman kepada orang-orang kafir bahwa mereka akan diazab pada hari kiamat dan balasan diterima oleh orang-orang yang takwa di akhirat nanti. Hubungan surah Al Qamar dengan surah Ar Rahmaan. 1. Surah Al Qamar menerangkan keadaan orang-orang kafir di neraka dan keadaan orang-orang mu'min di syurga secara garis besarnya, sedang surah Ar Rahmaan menerangkan secara agak luas. 2. Surat Al Qamar menyebutkan azab yang ditimpakan kepada umat-umat dahulu yang mendurhakai nabi-nabi mereka, sedang surah Ar Rahmaan menyebutkan ni'mat Allah yang telah dilimpahkan-Nya kepada hamba-hamba-Nya, tetapi kebanyakan mereka tidak mensyukurinya. |
Monday, February 21, 2011
53 [QS:] An Najm (Bintang)

Saturday, February 19, 2011
52 [QS:] Ath Thuur (Bukit / Gunung Thuur)

Wednesday, February 16, 2011
51 [QS:] Adz Dzaariyaat (Angin Yang Menerbangkan)

Tuesday, February 15, 2011
50 [QS:] Qaaf

Monday, February 14, 2011
49 [QS:] Al Hujuraat (Kamar-Kamar)

Sunday, February 13, 2011
48 [QS:] Al-Fath (Kemenangan)

MUQADDIMAH
Surah Al Fat-h terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surah-surah Madaniyyah, diturunkan sesudah surah Al Jum'ah. Dinamakan "Al Fat-h (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
[1]
Sesungguhnya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad) satu jalan kemenangan yang jelas nyata,
Sebahagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad s.a.w. dalam peperangan-peperangannya. Nabi Muhammad S.A.W. sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari;
Surah Al Fat-h terdiri atas 29 ayat, termasuk golongan surah-surah Madaniyyah, diturunkan sesudah surah Al Jum'ah. Dinamakan "Al Fat-h (kemenangan)" diambil dari perkataan "Fat-han" yang terdapat pada ayat pertama surat ini.
[1]
Sesungguhnya Kami telah membuka bagi perjuanganmu (wahai Muhammad) satu jalan kemenangan yang jelas nyata,
Sebahagian besar dari ayat-ayat surah ini menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan kemenangan yang dicapai Nabi Muhammad s.a.w. dalam peperangan-peperangannya. Nabi Muhammad S.A.W. sangat gembira dengan turunnya ayat pertama surat ini. Kegembiraan ini dinyatakan dalam sabda beliau yang diriwayatkan Bukhari;
"Sesungguhnya telah diturunkan kepadaku satu surah, yang surah itu benar-benar lebih aku cintai dari seluruh apa yang disinari matahari".
Kegembiraan Nabi Muhammad s.a.w. itu ialah kerana ayat-ayatnya menerangkan tentang kemenangan yang akan diperoleh Muhammad s.a.w. dalam perjuangannya dan tentang kesempurnaan ni'mat Allah kepadanya.
Pokok-pokok isinya:
I. Keimanan: Allah mempunyai tentera di lagit dan di bumi; janji Allah kepada orang-orang mu'min bahwa mereka akan mendapat ampunan Tuhan dan pahala yang besar; Allah mengutus Muhammad s.a.w. sebagai saksi, pembawa berita gembira dan pemberi peringatan; Agama Islam akan mengalahkan agama-agama lain;
2. Hukum-hukum: orang pincang dan orang-orang yang sakit dibebaskan dari kewajiban berperang;
3. Kisah-kisah: Kejadian-kejadian sekitar Bai'aturridhwan dan "Perdamaian Hudaibiyyah".
4. Dan lain-lain: Berita gembira yang disampaikan Allah kepada Nabi Muhammad s.a.w. bahawa dia bersama-sama orang mu'min akan memasuki kota Mekah dengan kemenangan, dan hal ini memang terlaksana setelah setahun kemudian, sikap orang-orang mu'min terhadap sesama mu'min dan sikap mereka terhadap orang-orang kafir; sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan para sahabatnya sudah disebutkan dalam Taurat dan Injil; janji Allah bahawa orang Islam akan menguasai daerah-daerah yang sewaktu Nabi Muhammad s.a.w. belum dikuasai;
PENUTUP
PENUTUP
Surah Al Fat-h menerangkan tentang peristiwa-peristiwa yang berhubungan dengan Perdamaian Hudaibiyah dan janji Allah akan kemenangan kaum muslimin. Surah ini ditutup dengan menerangkan sifat-sifat Nabi Muhammad s.a.w. dan sahabat-sahabatnya.
HUBUNGAN SURAH AL FAT-H DENGAN SURAH AL HUJURAAT
1. Di dalam surah Al fat-h disebutkan perintah memerangi orang-orang kafir, sedang dalam surak Al Hujuraat disebutkan perintah mengadakan perdamaian antara dua golongan dari kaum muslimin yang bersengketa, dan perintah memerangi golongan kaum muslimin yang berbuat aniaya kepada golongan kaum muslimin yang lain, sampai terjaga selalu kesatuan dan persatuan umat Islam.
2. Surah Al Fat-h ditutup dengan keterangan mengenai sifat-sifat Rasulullah s.a.w. dan sahabat-sahabatnya, sedang surak AL Hujuraat dimulai dengan bagaimana seharusnya para sahabat bergaul dengan Nabi Muhammad s.a.w.
Wednesday, February 9, 2011
47 [QS:] Muhammad (Nabi Muhammad S.a.w)

46 [QS:] Al Ahqaaf (Bukit-Bukit Pasir)

MUQADDIMAH Surah Al Ahqaaf terdiri dari 35 ayat termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Al Jaatsiyah. Dinamai "Al Ahqaaf" (bukit-bukit pasir) dari perkataan "Al Ahqaaf" yang terdapat pada ayat 21 surat ini. [21] Dan ingatlah peristiwa (Nabi Hud) saudara kaum Aad, ketika ia memberi amaran kepada kaumnya yang tinggal di lembah “Al-Ahqaaf”, – sedang (amarannya itu samalah seperti) amaran-amaran yang telah diberikan oleh Rasul-rasul yang terdahulu daripadanya dan yang datang sesudahnya – (dengan berkata): “Janganlah kamu menyembah melainkan Allah, sesungguhnya aku bimbang kamu akan beroleh azab hari yang besar (huru-haranya)”. Dalam ayat tersebut dan ayat-ayat sesudahnya diterangkan bahwa Nabi Hud a.s. telah menyampaikan risalahnya kepada kaumnya di "Al Ahqaaf" yang sekarang dikenal dengan Ar Rab'ul Khaali, tetapi kaumnya tetap ingkar sekalipun mereka telah diberi peringatan pula oleh rasul-rasul yang sebelumnya. Akhirnya Allah menghancurkan mereka dengan tiupan angin kencang. Hal ini adalah sebagai isyarat dari Allah kepada kaum musyrikin Quraisy bahawa mereka akan dihancurkan bila mereka tidak mengindahkan seruan Rasul. Pokok-pokok isinya: I. Keimanan: Dalil-dalil dan bukti keesaan Allah dan bahwa penyembah-penyembah berhala adalah sesat; orang-orang mukmin akan mendapat kebahagiaan dan orang-orang kafir akan diazab; risalah Nabi Muhammad s.a.w. tidak hanya terbatas kepada umat manusia saja, tetapi juga kepada jin. 2. Hukum-hukum: Perintah kepada manusia supaya patuh kepada ibu bapa, memuliakannya dan mengerjakan apa yang diredhai Allah terhadapnya dan larangan menyakiti hatinya. 3. Kisah-kisah: Kisah Nabi Hud a.s. dan kaumnya. 4. Dan lain-lain: Orang yang mementingkan kenikmatan hidup duniawi saja akan merugi kelak di akhirat; orang-orang yang beriman kepada Allah dan beristiqamah dalam kehidupannya tidak ada kekhawatiran terhadap mereka dan mereka tidak bersedih hati. |
PENUTUP Surah Al Ahqaaf menerangkan tentang diturunkannya Al Quran daripada Allah s.w.t. dan imannya segolongan jin kepada Nabi Muhammad s.a.w., keimanan, kebatilan, syirik, pernyataan bahwa risalah Muhammad s.a.w. adalah dari Allah, perintah Allah supaya menghormati orang tua dan mendoakannya, memperingatkan kaum musyrikin tentang azab yang telah ditimpakan kepada kaum Hud. Dan surat ini ditutup dengan nasihat keharusan bersabar bagi Nabi Muhammad s.a.w. HUBUNGAN SURAH AL AHQAAF DENGAN SURAH MUHAMMAD. Hubungan surat Al Ahqaaf dengan surat Muhammad ialah pada Al Ahqaaf Allah mengancam orang-orang kafir dengan kebinasaan, pada permulaan surat Muhammad disebutkan bahwa Allah membinasakan semua orang kafir dan Allah memerintahkan Muhammad s.a.w. memerangi mereka. |
Tuesday, February 8, 2011
45 [QS:] Al Jaatsiyah (Yang Berlutut)

44 [QS:] Ad Dukhaan (Kabut / Asap)

Monday, February 7, 2011
43 [QS:] Az Zukhruf (Perhiasan)

MUQADDIMAH Surah Az Zukhruf terdiri atas 89 ayat, termasuk golongan surat-surat Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Asy Syuura. Dinamai "Az Zukhruf" (Perhiasan) diambil dari perkataan "Az Zukhruf" yang terdapat pada ayat 35 surah ini. Orang-orang musyrik mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang tergantung kepada perhiasan dan harta benda yang ia punyai, kerana Muhammad s.a.w. adalah seorang anak yatim lagi miskin, ia tidak pantas diangkat Allah sebagai seorang rasul dan nabi. Pangkat rasul dan nabi harus diberikan kepada orang yang kaya. Ayat ini menegaskan bahwa harta tidak dapat dijadikan dasar untuk mengukur tinggi rendahnya derajat seseorang, karena harta itu merupakan hiasan kehidupan duniawi, bukan berarti kesenangan akhirat. Pokok-pokok isinya: I.Keimanan: Al Qur'an berasal dari Lauh Mahfuzh; Nabi Isa a.s. itu tidak lain hanyalah seorang hamba Allah; pengakuan Nabi Isa a.s. bahwa Allah-lah Tuhan yang sebenarnya; mensifatkan bagaimana kesenangan di dalam syurga dan hebatnya penderitaan orang kafir di dalam neraka sehingga mereka ingin mati saja agar terlepas dari siksa itu; Tuhan tidak mempunyai anak. 2.Hukum-hukum: Perintah Tuhan kepada Nabi Muhammad s.a.w supaya menjauhi orang- orang yang tidak beriman. 3.Kisah-kisah: Kisah Nabi Ibrahim a.s., Musa a.s. dan Isa a.s. sebagai perbandingan bagi Nabi dan sebagai penawar sewaktu menghadapi kesulitan dalam melakukan dakwah . 4.Dan lain-lain: Pengakuan orang musyrik Mekah bahawa Allah-lah Yang menciptakan langit dan bumi, tetapi mereka tetap menyembah berhala; kepercayaan mereka bahawa malaikat adalah anak Allah dan penolakan atas kepercayaan yang salah itu; Muhammad s.a.w sebagai rasul mendapat ejekan dan celaan-celaan dari kaumnya dan hal ini adalah biasa, kerana rasul-rasul yang dahulupun demikian pula halnya; orang-orang musyrik sangat kuat berpegang kepada tradisi dan adat istiadat nenek moyang mereka dalam beragama, sehingga tertutup hati mereka untuk menerima kebenaran. |
PENUTUP Surah Az Zukhruf dimulai dengan menerangkan bahawa Al Qur'an adalah wahyu Ilahi dan diambil dari Lauh Mahfuzh. Kemudian menerangkan sikap orang musyrik terhadap para nabi dan menyebutkan sebahagian hikmah Allah yang dilimpahkan kepada manusia. Dikemukakan juga tentang sifat orang-orang musyrik yang suka mengada-adakan kebatilan dan kerusakan kepercayaan mereka dan sifat-sifat mereka yang sombong, walaupun mereka telah diperingatkan dengan nasib umat-umat yang dahulu yang mendurhakai Allah. Akhirnya, mengingat tindakan-tindakan orang-orang musyrikin yang lebih mementingkan perhiasan dan keduniawian itu, maka surah ini ditutup dengan perintah Allah agar Nabi Muhammad s.a w. berpaling dari orang-orang musyrik itu, nanti mereka akan merasakan dan mengetahui kebenaran ancaman Allah. HUBUNGAN SURAH AZ ZUKHRUF DENGAN SURAH AD DUKHAAN 1. Kedua surah itu sama-sama dimulai dengan menyebutkan sifat-sifat Al-Qur'an. 2.Pada akhir surah Az Zukhruf disebutkan ancaman kepada orang-orang kafir dan pada permulaan surat Ad-Dukhaan terdapat pula peringatan dan ancaman itu. 3. Pada surah ini terdapat kesatuan sikap antara Nabi Muhammad s.a.w. da Nabi Musa a.s. yaitu pada surah Az Zukhruf Nabi Muhammad s.a.w. mengadu kepada Tuhannya bahwa kaumnya adalah orang yang tidak mau beriman, sedang pada surat Ad Dukhaan Nabi Musa a.s. mengadu kepada Tuhannya bahwa kaumnya adalah orang yang durhaka dan banyak dosa. |
42 [QS:] ASY SYUURA (MUSYAWARAT)

MUQADDIMAH
Surah Asy Syuura terdiri atas 53 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Fushshilat. Dinamai dengan "Asy Syuura" (musyawarat) diambil dari perkataan "Syuura" yang terdapat pada ayat 38 surat ini. Dalam ayat tersebut diletakkan salah satu dari dasar-dasar pemerintahan Islam ialah musyawarah. Dinamai juga "Haa Miim 'Ain Siin Qaaf" karena surat ini dimulai dengan huruf-huruf hijaiyah itu.
Pokok-pokok isinya:
I. Keimanan: Dalil-dalil tentang Allah Yang Maha Esa dengan menerangkan kejadian langit dan bumi, turunnya hujan, berlayarnya kapal di lautan dengan aman dan sebagainya; Allah memberi rezeki kepada hamba-Nya dengan ukuran tertentu sesuai dengan kemaslahatan mereka dan sesuai pula dengan hikmah dan ilmu-Nya; Allah memberikan anak laki-laki dan perempuan kepada siapa yang dikehendaki-Nya, atau tidak memberi anak seorangpun; cara-cara Allah menyampaikan perkataan-Nya kepada manusia; pokok-pokok agama yang dibawa para rasul adalah sama.
2. Hukum: Tidak ada dasar untuk menuntut orang yang mempertahankan diri.
3. Dan lain-lain: Keterangan bagaimana keadaan orang-orang kafir dan keadaan orang-orang mu'min nanti di akhirat; memberi ampun lebih baik dari pada membalas dan membalas jangan sampai melampaui batas; orang-orang kafir mendesak Nabi Muhammad s.a.w. supaya hari kiamat disegerakan datangnya; kewajiban rasul hanya menyampaikan risalahnya.
PENUTUP
Surah Asy Syuura dimulai dengan menerangkan hal-hal yang berhubungan dengan wahyu, keimanan, Al Qur'an yang diturunkan kepada Nabi Muhammad s.a.w. benar-benar berasal dari Allah; agama yang dibawa Nabi Muhammad s.a.w. sama pokok-pokoknya dengan agama yang dibawa para rasul yang dahulu; janji kepada orang-orang mu'min dan ancaman kepada orang-orang kafir.
Surah ini ditutup dengan menerangkan bagaimana caranya Allah berhubungan dengan manusia. HUBUNGAN SURAH ASY SYUURA DENGAN SURAH AZ ZUKHRUF.
1. Kedua surah ini sama-sama dimulai dengan pembicaraan mengenai Al Qur'an yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.
2. Kedua surah ini sama-sama mengutarakan bagaimana sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur'an dan mengemukakan dalil-dalil atas keesaan dan kekuasaan Allah.
Saturday, February 5, 2011
41 [QS:] FUSHSHILAT (YANG DIJELASKAN)

MUQADDIMAH Surah Fushshilat terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Al Mu'min. Dinamai "Fushshilat" (yang dijelaskan) karena ada hubungannya dengan perkataan "Fushshilat" yang terdapat pada permulaan surat ini yang berarti "yang dijelaskan". Maksudnya ayat-ayatnya diperinci dengan jelas tentang hukum-hukum, keimanan, janji dan ancaman, budi pekerti, kisah, dan sebagainya. Dinamai juga dengan "Haa Miim dan As Sajdah" karena surat ini dimulai dengan "Haa Miim" dan dalam surat ini terdapat ayat Sajdah. Pokok-pokok isinya : I. Keimanan : Al Quraan dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya; kejadian- kejadian langit dan bumi dan apa yang ada pada keduanya membuktikan adanya Allah; semua yang terjadi dalam alam semesta tidak lepas dari pengetahuan Allah. 2. Dan lain-lain : Hikmah diciptakannya gunung-gunung; anggota tubuh tiap-tiap orang menjadi saksi terhadap dirinya pada hari kiamat; azab yang ditimpa- kan kepada kaum Aad dan Tsamud; permohonan orang-orang kafir agar dikembalikan ke dunia untuk mengerjakan amal-amal soleh; berita gembira dari malaikat kepada orang-orang yang beriman; anjuran menghadapi orang-orang kafir secara baik-baik; ancaman terhadap orang-orang yang mengingkari ke-Esaan Allah; sifat-sifat Al Quranul Karim; manusia dan wataknya. |
PENUTUP Surah Fushshilat mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan Al Quran dan sikap orang-orang musyrik terhadapnya; kekuasaan Allah di langit dan di bumi; ancaman kepada orang-orang musyrik di dunia dan di akhirat. Kemudian dikemukakan tentang keadaan orang-orang yang selalu beribadat kepada Tuhannya, dan disusuli dengan mengemukakan beberapa tabiat manusia. HUBUNGAN SURAH FUSHSHILAT DENGAN SURAH ASY SYUURA Kedua surah ini sama-sama mengutarakan kebenaran Al Quan, menolak kecaman dan celaan orang-orang kafir Mekah terhadapnya; pujukan terhadap Nabi Muhammad s.a.w agar jangan bersedih hati dan berputus asa, karena kecaman dan celaan itu sudah sewajarnya datang dari musuh-musuh agama, dan hal itu telah dialami oleh rasul-rasul sebelumnya. |
Friday, February 4, 2011
40 [QS:] AL MU'MIN (ORANG YANG BERIMAN)

MUQADDIMAH Surah Al Mu'min terdiri atas 85 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Az Zumar. Dinamai "Al Mu'min" (Orang yang beriman), berhubung dengan perkataan "mu'min" yang terdapat pada ayat 28 surat ini. Pada ayat 28 diterangkan bahwa salah seorang dari kaum Fir'aun telah beriman kepada Nabi Musa a.s. dengan menyembunyikan imannya kepada kaumnya, setelah mendengar keterangan dan melihat mu'jizat yang dikemukakan oleh Nabi Musa a.s. Hati kecil orang ini mencela Fir'aun dan kaumnya yang tidak mau beriman kepada Nabi Musa a.s., sekalipun telah dikemukakan keterangan dan mu'jizat yang diminta mereka. Dinamakan pula "Ghafir" (yang mengampuni), karena ada hubungannya dengan kalimat "Ghafir" yang terdapat pada ayat 3 surah ini. Ayat ini mengingatkan bahwa "Maha Pengampun" dan "Maha Penerima Taubat" adalah sebagian dari sifat-sifat Allah, karena itu hamba-hamba Allah tidak usah khawatir terhadap perbuatan- perbuatan dosa yang telah terlanjur mereka lakukan, semuanya itu akan diampuni Allah asal benar-benar memohon ampun dan bertaubat kepada-Nya dan berjanji tidak akan mengerjakan perbuatan- perbuatan dosa itu lagi. Dan surat ini dinamai "Dzit Thaul" (Yang Mempunyai Kurnia) karena perkataan tersebut terdapat pada ayat 3. Pokok-pohok isinya: I. Keimanan: Sifat-sifat malaikat yang memikul 'Arsy dan yang berada di sekitarnya; dalil-dalil yang menunjukkan kekuasaan Allah, sifat-sifat Allah yang menunjukkan kebesaran dan keagungan-Nya; ilmu Allah meliputi segala sesuatu; bukti- bukti yang menunjukkan adanya hari berbangkit. 2. Kisah: Kisah Musa a.s. dengan Fir'aun. 3. Dan lain-lain: Al Qur'anulkarim dan sikap orang-orang mu'min dan orang- orang kafir terhadapnya; permohonan orang-orang kafir supaya dikeluarkan dari neraka; peringatan kepada orang-orang musyrik tentang kedahsyatan hari kiamat; anjuran bersabar dalam menghadapi kaum musyrikin; ni'mat-ni'mat Allah yang terdapat di daratan dan lautan; janji Rasulullah s.a.w. bahwa orang-orang mu'min akan menang terhadap musuhnya. |
PENUTUP Surah Al Mu'min mengemukakan hal-hal yang berhubungan dengan bantahan orang-orang kafir dan pengakuan orang-orang mu'min terhadap Al Qur'annulkarim terutama yang berhubungan dengan ketauhidan, penegasan kebangkitan dan kerasulan, kemudian mengemukakan bahwa keadaan orang-orang musyrik akan sama halnya dengan keadaan Fir'aun, Qarun, dan Haman, bila orang-orang musyrik tetap pada kemusyrikannya. Hubungan surat Al Mu'min dengan surat Fushshilat. 1. Sama-sama memberikan peringatan kepada orang-orang Quraisy yang mengingkari Muhammad s.a.w. 2. Sama-sama dimulai dengan menyebut sifat-sifat Al Qur'an. |
39 [QS:] SURAT AZ ZUMAR (ROMBONGAN-ROMBONGAN)

MUQADDIMAH Surah Az Zumar terdiri ataz 75 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Saba'. Dinamakan ."Az Zumar" (Rombongan-rombongan) karena perkataan "Az Zumar" yang terdapat pada ayat 71 dan 73 ini. Dalam ayat-ayat tersebut diterangkan keadaan manusia di hari kiamat setelah mereka dihisab, di waktu itu mereka terbagi atas dua rombongan; satu rombongan dibawa ke neraka dan satu rombongan lagi dibawa ke syurga. Masing-masing rombongan memperoleh balasan dari apa yang mereka kerjakan di dunia dahulu. Surat ini dinamakan juga "Al Ghuraf" (kamar-kamar) berhubung perkataan "ghuraf" yang terdapat pada ayat 20, di mana diterangkan keadaan kamar-kamar dalam syurga yang diperoleh orang-orang yang bertakwa. Pokok-pokok Isinya: I. Keimanan : Dalil-dalil ke-Esaan dan kekuasaan Allah; malaikat-malaikat berkumpul di sekeliling 'arsy bertasbih kepada Tuhannya; pada hari kiamat tiap-tiap orang mempunyai catatan amalannya masing-masing. 2. Kisah-kisah : Perintah memurnikan keta'atan kepada Allah; larangan berputus asa terhadap rahmat Allah. 3. Dan lain-lain : Tabiat orang-orang musyrik dalam keadaan senang dan susah; perumpamaan dalam al Quraan dan faedahnya; kedahsyatan hari kiamat; air muka orang musyrik dan air muka orang mu'min pada hari kiamat; janji Allah mengampuni orang-orang yang bersalah bila mereka bertaubat. |
PENUTUP Dari surah Az Zumar dapat diambil pelajaran sebagai berikut: a. Al Quran adalah petunjuk yang paling sempurna bagi manusia. b. Tiap-tiap makhluk akan mati dan di akhirat akan dihisab tentang amalan- amalannya. c. Sekalipun manusia itu banyak dosanya, dilarang berputus-asa terhadap rahmat Allah. HUBUNGAN SURAH AZ ZUMAR DENGAN SURAH AL MU'MIN. 1. Surah Az Zumar menerangkan bagaimana kesudahan orang-orang mu'min dan kesudahan orang-orang kafir yang selalu mengingkari Nabi yang diutus kepada mereka. Surah Al Mu'min menerangkan bahwa Allah mengampuni segala dosa hamba-Nya yang mau mengikuti jalan yang benar. Hal ini merupakan ajakan Allah kepada orang-orang kafir agar mereka beriman. 2. Sama-sama mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan keadaan hari kiamat, keadaan mahsyar, syurga dan neraka. |
Thursday, February 3, 2011
38 [QS:] SHAAD

MUQADDIMAH Surah Shaad terdiri atas 88 ayat termasuk golongan surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Al Qamar. Dinamai dengan "Shaad" kerana surah ini dimulai dengan "Shaad" (selanjutnya lihat not no. 10). Dalam surat ini Allah bersumpah dengan Al Qur'an, untuk menunjukkan bahwa Al Qur'an itu suatu kitab yang agung dan bahwa siapa saja yang mengikutinya akan mendapat kebahagiaan dunia dan akhirat dan untuk menunjukkan bahawa Al Qur'an ini adalah mu'jizat Nabi Muhammad s.a.w. yang menyatakan kebenarannya dan ketinggian akhlaknya. Pokok-pokok isinya: I. Keimanan: Dalil-dalil tentang kenabian Muhammad s.a.w., iaitu bahwa dia mengetahui hal-hal yang hanya dapat diketahui dengan jalan wahyu; sumpah iblis untuk menyesatkan manusia seluruhnya kecuali hamba-hamba Allah yang ikhlas; Al Qur'an diturunkan untuk menjadi pelajaran bagi jin dan manusia seluruhnya. 2. Kisah-kisah: Kisah Daud a.s. dan kisah Sulaiman a.s.; kisah Ayyub a.s. 3. Dan lain-lain: Kaum musyrikin tercengang mendengar pengakuan Nabi Muhammad s.a.w. bahwa Allah adalah Maha Esa; rahsia yang terdapat pada kejadian alam; pertengkaran antara orang-orang yang sesat dan pengikut mereka di neraka; ni'mat-ni'mat yang dilimpahkan kepada penduduk syurga dan azab yang ditimpakan atas isi neraka. |
PENUTUP Dari surah ini dapat disimpulkan bahwa tiap nabi yang dahulu selalu mendapat tentangan dan perlawanan dari musuh-musuhnya, tetapi musuh-musuhnya itu dihancurkan Allah. Demikian juga halnya Nabi Muhammad s.a.w. yang mendapat tentangan dan perlawanan dari kaum musyrikin, tetapi akhirnya kaum musyrikin itu hancur. Juga dapat disimpulkan bahwa Al Qur'an itu adalah semata-mata wahyu dari Tuhan, karena di dalamnya dikhabarkan hal-hal yang hanya dapat diketahui dengan perantaraan wahyu, yaitu hal-hal yang akan terjadi di masa yang akan datang dan hal-hal yang telah terjadi dahulu kala tanpa ada yang menceritakannya, hal-hal yaag terjadi di alam atas dan di akhirat nanti. HUBUNGAN SURAH SHAAD DENGAN SURAH AZ ZUMAR. 1. Akhir surah Shaad menerangkan bahwa Al Qur'an itu adalah peringatan bagi semesta alam, sedang permulaan surah Az Zumar menerangkan bahwa Al Qur'an turun dari Allah Yang Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana. 2. Sama-sama menyebut hal ehwal makhluk sejak permulaan sampai kembali kepada Allah. 3. Kalau kita perhatikan seakan-akan surat Az-Zumar merupakan lanjutan dari surat Shaad, karena pada akhir surat Shaad diterangkan penciptaan Adam. Kemudian pada surat Az-Zumar diterangkan Allah menciptakan manusia semuanya dan menerangkan kesudahan nasib manusia yaitu bahwa semua manusia akan mati, kemudian dibangkitkan kembali dan dihisab, akhirnya orang yang bertakwa dimasukkan ke dalam surga, dan orang yang kafir dimasukkan ke dalam neraka. |
37 [QS:] ASH SHAAFFAAT (YANG BER SHAF-SHAF)

MUQADDIMAH Surah Ash Shaaffaat terdiri atas 182 ayat termasuk golongan surah Makkiyyah diturunkan sesudah surah Al An'aam. Dinamai dengan "Ash Shaaffaat" (yang bershaf-shaf) ada hubungannya dengan perkataan "Ash Shaaffaat" yang terletak pada ayat permulaan surat ini yang mengemukakan bagaimana para malaikat yang berbaris di hadapan Tuhannya yang bersih jiwanya, tidak dapat digoda oleh syaitan. Hal ini hendaklah menjadi i'tibar bagi manusia dalam menghambakan dirinya kepada Allah. Pokok-pokok isinya I. Keimanan Dalil-dalil tentang ke-Esaan Allah; adanya hari berbangkit; adanya padang mahsyar dan adanya hari kiamat; malaikat- malaikat selalu bertasbih kepada Allah. 2. Kisah-kisah. Kisah Nuh a.s.;Kisah Ibrahim a.s.; dan Ismail a.s.; kisah Musa a.s. dan Harun a.s.; kisah Ilyas a.s.; kisah Luth a.s.; kisah Yunus a.s. 3. Dan lain-lain Sikap orang-orang kafir terhadap Al Qur'an; tuduh menuduh antara orang-orang kafir dengan pengikut-pengikutnya di hari Kiamat; keni'matan di surga; tentang pohon zaqqum;celaan terhadap orang-orang yang mengatakan bahwa Allah beranak; seorang yang baik belum tentu menurunkan keturunan yang baik pula. |
PENUTUP Surah ini mengemukakan tentang ke-Esaan Tuhan dan dari bukti-bukti tersebut dapat diambil kesimpulan bahwa tauhid akan menang. Dari kisah- kisah yang dikemukakan surat ini dapat diambil kesimpulan bahwa kaum yang menentang rasulnya akan hancur. Begitu pula halnya dengan kaum musyrik Mekah yang menentang Nabi Muhammad s.a.w. akan mengalami kehancuran. HUBUNGAN SURAH ASH SHAAFFAAT DENGAN SURAH SHAAD. 1. Dalam surah Ash Shaaffaat disebutkan kisah para nabi, sedang surat Shaad menyebutkan kisah nabi-nabi yang belum disebutkan pada surah Ash Shaaffaat, seperti kisah Daud a.s. dan Sulaiman a.s. dan lain- lain. 2. Dalam surat Ash Shaaffaat diterangkan bahwa orang-orang musyrik sebelum diutusnya Rasulullah s.a.w. selalu mengatakan, andaikata mereka mempunyai sebuah kitab pemberi peringatan di antara kitab-kitab yang telah diturunkan kepada orang-orang dahulu, mereka akan ta'at sedang dalam surat Shaad ditegaskan bahwa Al Qur'anlah kitab yang lebih sempurna yang seharusnya mereka ta'ati andaikata mereka jujur dalam pengakuannya itu. 3. Dalam surat Ash Shaaffaat diterangkan bahwa sesudah datang kepada orang-orang musyrik Mekah Al Qur'an yang memberi peringatan tetapi mereka mengingkarinya, sedang dalam surat Shaad diterangkan sebab- sebab keingkaran mereka. |
Wednesday, February 2, 2011
36 [QS:] YAA SIIN

MUQADDIMAH Surah "Yaa Siin" terdiri atas 83 ayat, termasuk golongan surah- surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Jin. Dinamai "Yaa Siin" kerana dimulai dengan huruf "Yaa Siin". Sebagaimana halnya arti huruf-huruf abjad yang terletak pada permulaan beberapa surah Al Quraan, maka demikian pula arti "Yaa Siin" yang terdapat pada ayat permulaan surat ini, yaitu Allah mengisyaratkan bahwa sesudah huruf tersebut akan dikemukakan hal-hal yang penting antara lain: Allah bersumpah dengan Al Quraan bahawa Muhammad s.a.w. benar-benar seorang rasul yang diutus-Nya kepada kaum yang belum pernah diutus kepada mereka rasul-rasul. Pokok-pokok isinya: I. Keimanan: Bukti-bukti adanya hari berbangkit; Al Quran bukanlah syair; ilmu, kekuasaan dan rahmat Allah; syurga dan sifat-sifat-Nya yang disediakan bagi orang-orang mu'min; mensucikan Allah dari sifat-sifat yang tidak layak bagi-Nya; anggota badan manusia menjadi saksi pada hari kiamat atas segala perbuatannya di dunia. 2. Kisah: Kisah utusan-utusan Nabi Isa a.s dengan penduduk Anthakiyah. 3. Dan lain-lain: Tidak ada faedah peringatan bagi orang-orang musyrik; Allah menciptakan segala sesuatu berpasang-pasangan; semua bintang- bintang di cakrawala berjalan pada garis edar yang telah ditetapkan Allah; ajal dan hari kiamat datangnya secara tiba- tiba; Allah menghibur hati Rasulullah s.a.w. terhadap sikap kaum musyrikin yang menyakitkan hatinya. |
PENUTUP Surah "Yaa Siin" mengemukakan tentang Al Quran, kenabian Muhammad, menegaskan adanya hari berbangkit disertai bukti-buktinya baik bukti-bukti alamiyah maupun bukti-bukti akliyah; kemudian mengemukakan beberapa perumpamaan diantaranya dengan mengemukakan kisah utusan-utusan Nabi Isa Almasih a.s dengan penduduk Anthakiyah. Kesemuanya dikemukakan sebagai penghibur hati Rasulullah s.a.w. dan untuk menambah keyakinan orang-orang yang beriman yang sedang mengalami tekanan-tekanan dari kaum musyrikin. HUBUNGAN SURAH YAA SIIN DENGAN SURAH ASH SHAFFAAT. 1. Pada surah Yaa SIin disebut secara umum tentang umat-umat yang telah dihancurkan Allah karena ingkar kepada-Nya, sedang surah Ash Shaffaat menjelaskannya dengan menyebut kisah-kisah Nuh a.s., Isa a.s. dengan kaumnya. 2. Pada akhir surah Yaa Siin disebut secara umum keadaan orang-orang mu'min dan orang-orang kafir di hari kiamat, sedang surah Ash Shaffaat menjelaskannya. 3. Pada surah Yaa Siin disebutkan tentang kekuasaan Allah membangkitkan manusia dan menghidupkannya kembali, karena Dia-lah yang menciptakan mereka dan Dia-lah yang menghendaki demikian, sedang surah Ash Shaffaat menjelaskan lebih luas dengan mengemukakan contoh-contoh yang berhubungan dengan itu. |
35 [QS:] FAATHIR (PENCIPTA)

MUQADDIMAH Surah Faathir terdiri atas 45 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surah Al Furqaan dan merupakan surat akhir dari urutan surat-surat dalam Al Qur'an yang dimulai dengan "Alhamdulillah". Dinamakan "Faathir" (pencipta) ada hubungannya dengan perkataan "Faathir" yang terdapat pada ayat pertama pada surat ini. Pada ayat tersebut diterangkan bahwa Allah adalah Pencipta langit dan bumi, Pencipta malaikat-malaikat, Pencipta semesta alam yang semuanya itu adalah sebagai bukti atas kekuasaan dan kebesaran-Nya. Surat ini dinamai juga dengan "surat Malaikat" karena pada ayat pertama disebutkan bahwa Allah telah menjadikan malaikat-malaikat sebagai utusanNya yang mempunyai beberapa sayap. Pokok-pokok isinya: I. Keimanan: Bukti-bukti kekuasaan Allah dan ni'mat-ni'mat yang telah dianugerahkan-Nya; Allah menciptakan para malaikat menurut bentuk yang dikehendaki-Nya; bukti-bukti atas kebenaran adanya hari berbangkit. 2. Dan lain-lain: Kesenangan hidup di dunia adalah sementara; menguatkan hati Rasulullah s.a.w. dalam menyeru orang-orang kafir dengan mengingatkannya kepada Rasul-rasul yang terdahulu dan orang- orang yang mendustakannya; seruan kepada manusia supaya menger- jakan amalan yang baik dan meninggalkan pekerjaan yang buruk supaya jangan mengikuti langkah syaitan; tiap-tiap orang memikul dosanya sendiri; manusia adalah khalifah Allah dimuka bumi; gambaran akibat-akibat yang diterima oleh orang mu'min dan orang- orang kafir; tingkatan orang-orang mu'min. |
PENUTUP Kesimpulan surah Faathir ialah mengajak manusia mensyukuri ni'mat yang diberikan Allah kepada manusia, menjauhi perbuatan yang jahat memikirkan tentang keindahan-keindahan semesta alam dan manusia adalah sebagai Khalifah Allah di muka bumi. HUBUNGAN SURAH FAATHIR DENGAN SURAH YAASIIN. 1.Pada bahagian akhir surah Faathir dikemukakan bahawa orang-orang musyrik bersumpah akan beriman apabila datang kepada mereka seorang pemberi peringatan (rasul), tetapi setelah datang kepada mereka rasul, mereka mengingkarinya. Pada permulaan surah Yaa Siin Allah menegaskan bahwa Nabi Muhammad s.a.w adalah seorang Rasul yang selalu berada di jalan yang lurus untuk memberi peringatan kepada mereka, tetapi mereka tetap tidak beriman. 2.Pada surah Faathir disebut bahwa Allah menundukkan matahari dan bulan, masing-masing beredar menurut waktunya yang tertentu, sedang pada surat Yaa Siin disebutkan bahawa matahari beredar pada garis edarnya yang telah ditetapkan Allah, dan bulan mempunyai garis-garis edar yang telah ditentukan pula. |
34 [QS:] SABA' (KAUM SABA')
MUQADDIMAH Surah Saba' terdiri atas 54 ayat, termasuk golongan surah-surah Makkiyyah, diturunkan sesudah surat Luqman. Dinamakan Saba' karena didalamnya terdapat kisah kaum Saba'. Saba' adalah nama suatu kabilah dari kabilah-kabilah Arab yang tinggal di daerah Yaman sekarang ini. Mereka mendirikan kerajaan yang terkenal dengan nama kerajaan Sabaiyyah, ibukotanya Ma'rib; telah dapat membangun suatu bendungan raksasa, yang bernama "Bendungan Ma'rib", sehingga negeri mereka subur dan makmur. Kemewahan dan kemakmuran ini menyebabkan kaum Saba' lupa dan ingkar kepada Allah yang telah melimpahkan ni'matnya kepada mereka, serta mereka mengingkari pula seruan para rasul. Karena keingkaran mereka ini, Allah menimpahkan kepada mereka azab berupa "sailul 'arim" (banjir yang besar) yang ditimbulkan oleh pecahnya bendungan Ma'rib. Setelah bendungan ma'rib musnah negeri Saba' menjadi kering dan kerajaan mereka hancur. Pokok-pokok isinya : I. Keimanan: Ilmu Allah meliputi segala yang ada di langit dan segala yang ada di bumi; kebenaran adanya hari berbangkit dan hari pembalasan; Nabi Muhammad s.a.w. adalah pemberi peringatan; pada hari kiamat berhala-berhala itu tidak dapat memberi manfaat sedikitpun; kalau seorang sesat maka akibat kesesatannya itu menimpa dirinya sendiri, dan kalau ia menemui jalan yang benar adalah berkat petunjuk Allah. 2. Kisah-kisah: Kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s.; kisah kaum Saba'. 3. Dan lain-lain: Celaan kepada kaum musyrikin yang menyembah berhala; tuduh menuduh antara pemimpin-pemimpin yang menyesatkan dengan pengikut-pengikut nya di hari kiamat; sikap orang-orang musyrik diwaktu mendengar Al Qur'an; rasul-rasul tidak meminta upah dalam melaksanakan dakwahnya; orang-orang musyrik berdo'a kepada Allah agar dikembalikan ke dunia untuk melaksanakan perintah dan menjauhi larangan Allah; orang-orang yang hidup berlebih-lebihan dan sewenang-wenang selalu memusuhi Nabi. |
PENUTUP Surah Saba' mengutarakan hal-hal yang berhubungan dengan kebangkitan di akhirat, celaan terhadap perbuatan-perbuatan dan kepercayaan orang musyrik dan berhala-berhala mereka yang tidak dapat memberi faedah kepada mereka; kemudian diselingi dengan kisah-kisah, seperti kisah Nabi Daud a.s. dan Nabi Sulaiman a.s., dan kisah kaum Saba' yang hidup berlebih -lebihan sampai melupakan Tuhan; kemudian menemui kehancurannya. Semuanya ini adalah sebagai pelajaran bagi kaum mu'min dan sebagai penawar bagi Nabi Muhammad s.a.w. dalam menghadapi orang-orang kafir. HUBUNGAN SURAH SABA' DENGAN SURAH FAATHIR. 1. Sama-sama dimulai dengan puji-pujian kepada Allah Pemilik dan Pencipta semesta alam. 2. Surah Saba' menceritakan kehancuran orang musyrik akibat perbuatan mereka yang selalu memusuhi para nabi dan orang-orang mu'min; sedang surah Faathir; menyuruh agar orang-orang mu'min bersyukur dan memuji Allah atas ni'mat-ni'mat-Nya yang di antaranya kehancuran musuh-musuh mereka. 3. Dalam surah Saba' Allah menerangkan bahawa segala sesuatu yang berada di langit dan di bumi adalah milik-Nya dan di bawah pengetahuan-Nya sedang surah Faathir menjelaskan bagaimana Allah menerangkan dan mengatur apa yang dimiliki-Nya itu. |
33 [QS:] AL AHZAB (GOLONGAN YANG BERSEKUTU)
MUQADDIMAH Surah Al Ahzab terdiri atas 73 ayat, termasuk golongan surah-surah Madaniyah, diturunkan sesudah surah Ali'Imran. Dinamai "Al Ahzab" yang berarti "golongan-golongan yang bersekutu" karena dalam surah ini terdapat beberapa ayat, iaitu ayat 9 sampai dengan ayat 27 yang berhubungan dengan peperangan Al Ahzab, iaitu peperangan yang dilancarkan oleh orang-orang Yahudi, kaum munafik dan orang-orang musyrik terhadap orang-orang mu'min di Madinah. Mereka telah mengepung rapat orang-orang mu'min sehingga sebahagian dari mereka telah berputus asa dan menyangka bahwa mereka akan dihancurkan oleh musuh-musuh mereka itu. Ini adalah suatu ujian yang berat dari Allah untuk menguji sampai dimana teguhnya keimanan mereka. Akhirnya Allah mengirimkan bantuan berupa tentera yang tidak kelihatan dan angin topan, sehingga musuh-musuh itu menjadi kacau bilau dan melarikan diri. Pokok-pokok isinya: I. Keimanan: Cukuplah Allah saja sebagai Pelindung; taqdir Allah tidak dapat ditolak; Nabi Muhammad s.a.w. adalah contoh dan teladan yang baik; Nabi Muhammad s.a.w. adalah rasul dan nabi yang terakhir; hanya Allah saja yang mengetahui bila terjadinya kiamat. 2. Hukum-hukum: Hukum zhihar; kedudukan anak angkat; dasar waris mewarisi dalam Islam ialah hubungan nasab (pertalian darah); tidak ada iddah bagi perempuan yang ditalak sebelum dicampuri; hukum-hukum khusus mengenai perkawinan Nabi dan kewajiban istri-istrinya; larangan menyakiti hati Nabi. 3. Kisah-kisah: Perang Ahzab (Khandaq); kisah Zainab binti Jahsy dengan Zaid; memerangi Bani Quraizhah. 4. Dan lain-lain: Penyesalan orang-orang kafir di akhirat karena mereka mengingkari Allah dan Rasul-Nya; sifat-sifat orang munafik. |
PENUTUP Surah Al Ahzab mengemukakan: tingkah laku orang-orang munafik dan usaha- usaha mereka menyakiti Nabi Muhammad s.a.w., sebab-sebab perang Ahzab dan kesudahannya, tentang perkawinan Nabi dengan isteri-isterinya, sopan-santun di rumah Nabi; fitnah terhadap Nabi Muhammad s.a.w., dan adab sopan santun menurut Islam yang semuanya itu diperlukan untuk membentuk masyarakat Islam yang baru berdiri di Madinah terutama sesudah perang Badar. Dari surah Al Ahzab ini dapat kita ambil kesimpulan bahwa kemenangan orang-orang mu'min terhadap musuh-musuhnya ialah karena persatuan kaum muslimin itu dan keta'atan mereka kepada pimpinan. Fitnah terhadap nabi Muhammad s.a.w. bagaimanapun pandainya musuh-musuh Islam melancarkannya, akhirnya terbongar juga. HUBUNGAN SURAH AL AHZAB DENGAN SURAH SABA' 1. Pada akhir surah Al Ahzab disebutkan bahwa Allah bersifat Maha Pengampun lagi Maha Penyayang, sedang di awal surat Saba' disebutkan pula sifat yang demikian itu. 2. Pada surat Al Ahzab diceritakan bahwa orang-orang kafir menanyakan bila terjadinya hari kiamat dengan maksud memperolok-olokkan Nabi Muhammad s.a.w. sedang dalam surat Saba' diceritakan pula bahwa orang kafir itu menjadikan berita hari kiamat itu bukan saja sebagai olok-olokan bahkan dengan tegas mengingkarinya dan mencela orang-orang yang percaya kepada hari kiamat itu. |
Subscribe to:
Posts (Atom)
Komentar anda dihargai :)
SILA PERHATIKAN DAN FAHAMI VIDEO INI . Mudah-mudahan membuka minda dan hati kita. InsyaAllah
Video di bawah adalah syarahan Almarhum Sheikh Ahmed Deedat, semoga Allah memberkati segala usahanya. Peringatan mengenai Al-Quran ini sangat penting dan perlu diketahui oleh setiap muslim di seluruh dunia.