Adakah kita perlu kepada Ahmadinejad ( Iran )..?
Posting di bawah ini agak panjang dengan disertakan video 52 minit(Dikemaskini seperti The Arrival).Namun banyak maklumat yang perlu kita ketahui tentang syiah,Iran serta revolusi Islam yang agak kabur.Namun persoalan pertanyaan ini dijawab secara santai dan agak menarik walaupun panjang jawapannya.
Kredit to http://www.ustsarwat.com
Soalan
Assalamu’alaikum wr.wb
Dear Ustad Ahmad Sarwat,
Saya termasuk pengagum Presiden Iran Ahmadinejad, namun apakah tidak bermasalah sebab beliau adalah dari Saudara kita Syiah.
Bagaimana Ustad memandang fenomena Iran saat ini? Mungkinkah Iran akan menjadi pemimpin negara muslim kelak?
Terimakasih atas jawabannya.
Wassalam
Regard
jawaban
Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ahmadinejad adalah sosok yang layak dikagumi, setidaknya untuk sebagian kalangan. Banyak tindakan beliau yang cukup menarik hati, terutama sikap tegasnya kepada Amerika.
Jarang-jarang ada pemimpin di negeri Islam yang puya nyali seperti Presiden Iran saat ini. Wajar kalau banyak orang yang nge-fans dengan sosoknya yang sederhana, tegas, dan perpandangan jauh ke depan. Dan tidak sedikit di antaranya dari kalangan ibu-ibu dan nenek-nenek.
Jadi Pemimpin Dunia Islam?
Tapi apakah Ahmadinejad dan Iran-nya layak menjadi pemimpin di dunia Islam? Rasanya tidak sesederhana itu. Mengingat ada begitu banyak persoalan baik, mulai dari sisi ideologis, hukum, syariah, bahkan sisi sejarah juga, yang berserakan dan menjadi batu sandungan.
Kalau boleh disebutkan, ganjalan buat seorang Ahmadinejad saat ini yang paling utama adalah karena justru dia dari Iran. Dan di dunia Islam, Iran adalah satu-satunya negara yang menjadikan Syiah sebagai mazhab resmi negara.
Paham Syiah memang ada di beberapa negara Arab, tapi umumnya minoritas dan jumlahnya bisa dihitung dengan jari. Tapi tidak buat Iran. Orang-orang Syiah di negara ini berhasil menggulingkan Syah di tahun 1979 dan mengambil alih kekuasaan. Khomaini pulang dari pengasingannya di Perancis dan jadi pemimpin tertinggi di negeri itu.
Inilah pertama kalinya sejak berabad-abad, orang-orang dengan akidah minoritas Syiah menjadi penguasa, setelah sebelumnya pernah berkuasa di Mesir, yaitu Daulat Fatimiyah.
Sejarah memang membuktikan bahwa Daulat Fatimiyah yang beraliran Syiah di Mesir itu akhirnya tumbang juga. Salah satu tokoh besar yang menumbangkannya adalah Shalahuddin Al-Ayyubi.